Indonesia Raya
informatif dan aktual

Feb
21

pedagang asongan

Suatu ketika saat aku keliling di Semarang. Di penyeberangan, jalan Pemuda, aku terkejut ketika kaca mobil yang aku tumpangi diketuk oleh jari-jari kecil. Sementara diluar hujan begitu deras menyiram wajah bumi. Lewat kaca mobil yang remang-remang itu, aku melihat seorang bocah basah kuyup dan menggigil kedinginan. Tubuhnya kurus dan nampak kurang gizi. Jam tanganku menunjukkan pukul setengah dua dini hari. “Mas, ini tahu goreng masih anget, udah malam diobral mas. Beli, mas, buat bayar uang sekolah”, suara yang parau. Baca entri selengkapnya »